Top Frontpage banner
 
 
 
Banner Top Article
 
Home » Health
Rabu, 03 September 2008
Novartis Perkuat Komitmen di Bidang Bioteknologi Lewat BioCamp 2008

Untuk keempat kalinya kembali digelar Novartis Biotechnology Leadership Camp (BioCamp), sebuah program dari Novartis yang bertujuan mendekatkan sektor Bioteknologi, khususnya Biomolekular kepada para mahasiswa pasca sarjana berprestasi dari jurusan farmasi, kedokteran maupun bisnis serta mengajak mereka ikut berkontribusi di bidang Bioteknologi, resmi dibuka oleh Prof. Amin Subandrio, Deputi Bidang Pengembangan Sistem Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nasional, Departemen Riset dan Teknologi Republik Indonesia di Auditorium Lembaga Eijkman, Jakarta (27/8). 

''Kami percaya bahwa di abad 21, industri Bioteknologi akan menjadi pemimpin dalam hal inovasi di dunia. Untuk itu, sebagai salah satu perusahaan farmasi multinasional yang mengedepankan inovasi, Novartis senantiasa mendukung perkembangan Bioteknologi, khususnya Bioteknologi pengpobatan molekular, yang salah satunya kami wujudkan dengan inisiatif-inisiatif seperti BioCamp ini, demikian Yi Chia Kuan, Finance Director Novartis Indonesia.

Hal yang unik dari BioCamp adalah konsep yang menggabungkan aspek ilmiah dengan aspek kepemimpinan dan bisnis, dimana kedual hal tersebut dipercaya merupakan kunci berkembangnya industri Bioteknologi. ''Untuk mengembangkan industri Bioteknologi, diperlukan sumber daya manusia yang mempunyai kombinasi kompetensi di bidang ilmu pengetahuan (science), managemen serta kepemimpinan (leadership), '' Ellen Roring, HR Director Novartis Indonesia mengungkapkan. Itu pulalah yang mendorong Novartis untuk menggelar BioCamp setiap tahunnya, yaitu mencari bibit-bibit muda yang memiliki minat terhadap Bioteknologi dan mempunyai kompetensi kepemimpinan agar semakin banyak mereka yang tergerak untuk memajukan sektor Bioteknologi. 
 

Acara ini merupakan acara tahunan yang juga dilakukan di berbagai negara di mana Novartis beroperasi, dimana peserta terbaik dari tiap negara akan bertemu di ajang internasionalnya. Tahun ini sebanyak 26 orang peserta akan bekerja keras untuk memperebutkan gelar sebagai kandidat terbaik untuk mewakili Indonesia dalam "International Biocamp 2008" yang akan diadakan di Hong Kong Science and Technology Parks, Hong Kong , tanggal 24-27 Oktober 2008. Selama dua hari, acara di tingkat nasional akan diisi dengan seminar dan pelatihan untuk mendiskusikan berbagai topik menarik seputar Bioteknologi dan Bisnis. Selain itu juga akan ada berbagai diskusi kelompok yang akan menjadi tantangan tersendiri bagi para peserta di tingkat nasional, di mana selama diskusi, para juri akan mengamati kompetensi mereka dalam mencari solusi permasalahan dari berbagai studi kasus  yang dikerjakan secara berkelompok untuk mengasah kompetensi kerja tim atau kepemimpinan mereka. 

'BioCamp juga menghadirkan berbagai pembicara lokal dan internasional yang akan berbagi pengetahuan mengenai Bioteknologi maupun Bisnis, seperti Dr. Thomas Keller, peneliti dari Novartis Institute for Tropical Disease, Singapore, yang akan bicara mengenai proses penemuan pengobatan Demam Berdarah, Dr.David H.Muljono, SpPD dari Lembaga Eijkman yang akan bicara mengenai Kontribusi Bioteknologi dalam Pengembangan Ilmu Pengetahuan di Indonesia, maupun pembicara dari sektor pemerintahan seperti Dra.Lucky Slamet, Msc dari BPOM dan DR.Nyoman Kandun dari Dirjen Pemberantasan Penyakit Menular Departemen Kesehatan, serta tentunya para pembicara yang berkompeten di bidang kepemimpinan dan bisnis yang diwakili oleh para praktisi baik psikolog Alexander Sriwiejono yang akan bicara mengenai pengembangan karir, maupun mereka yang memiliki kepiawaian dalam hal kewirausahaan maupun bisnis farmasi dari Novartis Indonesia sendiri. 

Keduapuluh enam peserta yang ikut dalam Novartis Biocamp 2008 telah melewati beberapa proses seleksi awal yang dilakukan selama satu bulan melalui serangkaian road-show ke kampus-kampus serta rekomendasi dari pihak perguruan tinggi. Berbagai proses lainnya yang harus dilalui oleh mereka adalah screening dokumen, wawancara oleh panelis internal, serta workshop dan diskusi kelompok sebagai proses seleksi akhir. 

Biocamp Alumni

Sejak tahun 2005 Indonesia ikut berpartisipasi di BioCamp,  5 orang bibit muda telah kami pilih dan kirim ke tingkat internasional, selain para finalisnya sendiri yang sudah lebih dari 50 orang selama 4 tahun. Sampai dengan hari ini, para alumni BioCamp masih terus membina jaringan di antara mereka, sehingga akhirnya tahun lalu Novartis memberikan wadah bagi mereka untuk membentuk organisasi yang terdiri dari para alumni, yaitu Biocamp Alumni. Diharapkan mereka akan dapat terus saling bertukar ilmu dan pengalaman, serta dapat menjadi duta dalam mengembangkan Bioteknologi melalui profesinya masing-masing.
 
"Tahun ini komposisi jumlah peserta cukup seimbang dengan tiga belas peserta wanita serta tiga  belas peserta pria, " jelas Ellen. "Setelah tiga kali berturut-turut Novartis Biocamp selalu dimenangkan oleh peserta wanita, kita sama-sama ikuti saja siapa nanti yang akan mewakili Indonesia ke International Biocamp 2008 di Hong Kong," pungkasnya.

 

» Belum Ada Komentar. » Ikutan Isi Komentar » Kembali ke Awal
Add Comment
Name * :
Email * :
Gender * : Laki-laki    Perempuan
City :
Homepage :
Comment :
Code * : Untuk keamanan, isilah kode yang kami sediakan dibawah ini kedalam isian kode dibawah!
UTBPMAZF
(*) Required
Other Health Articles
Tekanan psikologis berdampak pada tubuh dengan berbagai cara. Namun demikian hubungan langsung antara stres psikologis dan perkembangan kanker sejauh ini belum terbukti secara ilmiah.
Mengonsumsi jenis karbohidrat yang salah mampu menimbun lemak di perut. Lalu bagaimana cara berjuang mendapatkan perut ramping?
Anda sering mengalami perubahan suasana hati menjelang menstruasi? Yup, Premenstrual Syndrome (PMS) ternyata menimpa sejumlah perempuan selama masa reproduksinya.
Kehadiran obat palsu dan obat berkualitas rendah antimalaria di Afrika mengancam upaya memberantas penyakit malaria yang menelan korban hampir satu juta orang per tahun.
Para ilmuwan telah menemukan bahwa ular bisa mendeteksi berapa lama mereka harus membelit mangsa karena mereka bisa merasakan detak jantung si mangsa.
Other Recent Articles
Beauty
Mother and Baby
Fashion
Career
Relationship
Money
Food
Gadget
Auto
 
Banner Footer
Copyright © 2008, HidupGaya, All Rights Reserved
Hidup Gaya - Reference for Smart Women
Jakarta